Jumat, 18 Januari 2013

Tanyakan kepada rumput yang ber-gangnam style


 Op, op, op, op Oppa Gangnam Style
Eh, sexy lady Op, op, op, op Oppa Gangnam Style
Eh, sexy lady Op, op, op, op Eh-eh-eh, eh-eh-eh






       Maraknya Virus Oppa Gangnam style membuat semua orang terinfeksi virus horse-dance ini. Memang lagunya dan lirik yang ear-catching dan tariannya yang eye-catching, membuat siapa saja terhibur. Termasuk kaliankah, guys?

       Bila menmbicarakan tentang “Maraknya virus” Pikiran langsung tertuju kepada “nyontek”. Loh kok bisa?

     Seperti Oppa gangnam style ini, maraknya virus Nyontek-style (dengan frog-dance) masih bisa ditemukan di berbagai sekolah sekolah di seluruh penjuru Indonesia. Mungkin ada beberapa yang tidak, tapi yakin, pasti sebagian besar dari kalian pernah juga kan, guys?

      Nyontek ini punya berbagai metode, dari yang biasa seperti tanya ke teman bangku sebelah, atau dengan melihat kertas jawaban teman sebelah sampai yang paling buju-buneg seperti membawa Handphone ke ruang ujian (Google knows Everyting!), rela begadang untuk bikin catatan kecil, atau yang paling ekstrim-muke-gile : Bawa LKS/Buku catetan ke dalam ruang Ujian. Yang manakah dari kalian sering lakukan?

    Ironisnya, bila dari kecil kita sudah nyontek seperti ini, yakin, kebiasaan ini sulit sekali untuk dilepas. Semacam Benalu yang tak bisa lepas dari daun semak semak, atau semacam Syahrini yang tak bisa lepas dari dandanan bedak-1-kg dan logat cetar-membahana-badainya. *Persamaan macam apa ini?* *dan kemudian sandal jepit melayang*

     Lalu, hingga tertuju kepada satu inti : “Semacam Indonesia yang tidak bisa lepas dari Korupsi”

    Nyontek = Korupsi, apa hubungannya? Hubungannya adalah, nyontek yang dari kecil dibiasakan hingga besar, hingga bisa menimbulkan kebiasaan untuk ber-korupsi. Perasaan dimana saat melakukan sesuatu yang tidak baik untuk mendapatkan sesuatu yang “besar” dan tidak diketahui siapapun. (Tapi ingat, Tuhan tahu)
Terus, aku kudu piye? (read: aku harus bagaimana?)

     Jawabannya ada pada diri kalian masing masing. Teguhkan niat, no nyontek! Memang sulit untuk memulai, yakinkan diri sendiri bila kamu bisa!

      Tapi bila ditanya tentang korusi yang ada di Indonesia, angkat tangan. Menyikapi berita tentang hukuman korupsi pencuri sandal dihukum 5 tahun sedangkan koruptor 22Milyar hanya 4,5 tahun. Hanya geleng geleng saja. Jadi teringat kata teman “kalau sistemnya sudah rusak, sulit untuk dirubah”. Kalo system Indonesia sudah seperti ini, benar-benar sulit bertindak.

     Jadi, kita sebagai Generasi muda yang keren dan gahoel-gilak, ayo budayakan anti nyontek. Koruptor-koruptor terbentuk karena dulu sewaktu pelajar juga mempunyai kebiasaan nyontek. Apa kata dunia, nilai bagus karena nyontek? Apa kata dunia, kaya karena korupsi? Dunia berkata : Iyuh.


Indonesia bebas Korupsi?
Tanyakan kepada rumput yang ber-gangnam style.

1 komentar:

  1. Buju buneg dah itu perumpamaan... *nggak nyante...

    nice posting betewe :)

    BalasHapus

Bagaimana menurutmu?

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search